
Syarat, Rukun dan Wajib Umroh yang Ada sesuai Tuntunan Rasulullah

Makkah al-Mukarromah
Sebelum melaksanakan umroh ke tanah suci makkah sebaiknya anda mengetahui syarat, rukun dan wajib umroh tersebut. Syarat Umroh adalah suatu yang harus dipenuhi sebelum mengerjakan sesuatu ibadah umroh. Kalau syarat-syaratnya kurang sempurna maka ibadah umroh tersebut itu tidak sah.
Wajib umroh adalah kegiatan-kegiatan yang harus dikerjakan pada saat melaksanakan ibadah umroh. Jika ada wajib umroh yang tertinggal, maka diganti dengan membayar denda atau dam. Setelah membayar denda atau dam, ibadah umroh baru menjadi sempurna. Sementara Rukun umroh adalah sesuatu yang harus dikerjakan dalam melakukan suatu pekerjaan. Jadi, rukun berarti sebagai bagian yang pokok. Contohnya membaca Al-Fatihah dalam mendirikan sholat merupakan salah satu rukun (bagian yang pokok). Lebih jelasnya sholat tanpa membaca Al-Fatihah berarti tidak sah.
Nah berikut kita akan membahas tentang syarat, rukun dan wajib umroh. Blog inipun didedikasikan untuk memberi informasi lebih banyak dan lebih jelas terhadap permasalaha ini. Berikut ini penjelasan mengenai ketiganya.
Syarat, Rukun, dan Wajib Umroh yang Ada sesuai Tuntunan Rasulullah
Syarat Umroh Ada 5
Islam
Ibadah umroh ini merupakan salah satu ibadah dalam agama islam. Berumrohpun memang bagi orang islam yang mampu, sedangkan bagi orang non muslim tentu saja hal ini tidak disyariatkan.
Berakal
Umroh disyariatkan bagi muslim yang berakal sehat. Tidak diperintahkan umroh bagi orang gila dan tidak sah umroh yang dilakukan oleh orang gila.
Istitaah
Istitaah artinya mempunyai kemampuan dari segi fisik, biaya maupun keamanan.
Baligh
Telah mencapai usia Baligh adalah salah satu rukun umroh. Oleh karena itu anak kecil yang belum baligh tidak disyariatkan melaksanakan umroh.
Merdeka.
Bukan dari salah seorang dari hambah sahaya (budak) karena ibadah umroh ini memerlukan waktu yang panjang yang dikahawatirkan kepentingan tuannya akan terbengkalai.
Rukun Umroh Ada 5
Ihram
Memakai pakaian ihram, bagi laki laki adalah terdiri dari 2 lembar kain yang tidak berjahit. 1 helai melilit mulai pinggang sampai bawah lutut. sehelai lagi diselempangkan mulai dari bahu kiri kebawah ketiak kanan. Jamaah umroh laki-laki tidak boleh mengenakan celana, kemeja, tutup kepala dan juga tidak boleh menutup mata kaki. Bagi wanita pakaian ihram lebih bebas tetapi disunatkan yang berwarna putih, yang penting menutup seluruh tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan mereka, yang penting tidak ada jahitan. Lengan baju mesti sepanjang pergelangan tangan Kerudung yang digunakan harus panjang, tidak jarang serta menutupi bagian Dada Baju, gaun atau rok harus sepanjang Tumit Memakai Kaos kaki Sepatu sebaiknya tidak bertumit dan terbuat dari karet.
Tawaf
Tawaf adalah mengelilingi Baitulloh/kabah 7 kali
Sai
Sai dilakukan dari sudut shafa menuju Marwah (dihitung satu kali) dan dari Marwah kembali ke Shafa dihitung satu kali. Semuanya dilakukan tujuh kali putaran. Sai berawal dari shafa dan akan terakhir di marwah.
Tahalul
Tahalul artinya bercukur sebagian dari rambut di kepala. biasanya dikerjakan setelah selesai sai, tanda bahawa kita telah sempurna melakukan umroh.
Tertib
Wajib Umroh
- Ihram (Niat Ihram dari Miqot)
- Meninggalkan yang dilarang dalam ihram sah
- Melaksanakan Tawaf Wada.
Tawaf wada adalah tawaf perpisahan sebelum kembali ke tanah air. Setelah Tawaf Wada kita dilarang kembali ke Masjidil Haram dan Kabah. Oleh karena itu biasanya Tawaf wada dilaksanakan dini hari setelah tahajud kemudian bisa dilanjutkan sholat subuh berjamaah. Setelah itu jamaah umroh bisa berkemas perlengkapan umrohnya untuk pulang ke tanah air.
Penjelasan point no 2 tentang meninggalkan yang dilarang dalam ihrom, berikut ini larangan ihrom bagi jamaah umroh:
Bagi laki-laki: - Berpakaian yang berjahit
- Memakai sepatu yang menutupi mata kaki
- Menutup kepala yang sifatnya melekat di kepala seperti topi (payung diperbolehkan)
Bagi wanita: - Berkaus tangan (menutuptelapak tangan)
- Menutup muka (bercadar)
Bagi laki-laki dan wanita: - Memakai wangi-wangian (kecuali yang dipakai sebelum ihrom dan sudah kering sebelum berpakaian ihrom)
- Memotong kuku dan bercukur atau mencabut bulu badan
- Memburu atau menganggu atau membunuh hewan dengan cara apapun
- Memotong atau merusak pepohonan tanah haram
- Meminang, menikah atau menikahkan serta bersaksi
- Bercumbu atau berjimak suami istri
- Mencaci, bertengkar atau mengucapkan kata-kata kotor
Demikian artikel mengenai syarat, rukun dan wajib umroh, semoga ibadah umroh yang akan kita lakukan bisa diterima oleh Allah dan menjadi Umroh yang mabrur. Semoga bermanfaat.
Tinggalkan komentar Anda disini
Email Anda tidak akan kami publish. Form bertanda * harus diisi